Dollar Gratis

Tempat Berbagi Tips dan Berbagi Informasi...

Sabtu, Mei 21, 2011

Percabangan Pada VB 6.0

Visual Basic 6.0

Percabangan

IF…THEN & SELECT…CASE

Ada dua bentuk struktur kontrol keputusan, yaitu :

1. Struktur IF…THEN. Akan dibahas pada bab ini.

2. Struktur SELECT…CASE. Akan dibahas pada bab selanjutnya.

Bentuk penulisan (syntax) struktur IF…THEN :

1. IF THEN

Bila bernilai True maka akan dikerjakan.

2. IF THEN

ELSE

END IF

Bila bernilai True maka akan dikerjakan, tetapi bila

bernilai False maka yang akan dikerjakan.

Bentuk penulisan (syntax) struktur SELECT…CASE :

SELECT CASE

CASE

CASE

CASE

[CASE ELSE

]

END SELECT

Bila sesuai dengan maka akan dikerjakan, dst. Tetapi bila

tidak ada yang sesuai dengan s/d maka yang

akan dikerjakan.

Struktur Kontrol For…Next

Bentuk penulisan (syntax) struktur For…Next :

FOR = TO [STEP ]

NEXT

adalah variabel (tipe: integer) yang digunakan untuk menyimpan angka pengulangan.

adalah nilai awal dari .

adalah nilai akhir dari .

adalah perubahan nilai setiap pengulangan. Sifatnya optional (boleh ditulis

ataupun tidak). Bila tidak ditulis maka nilai adalah 1.

Struktur Kontrol Do…Loop

Bentuk penulisan (syntax) struktur Do…Loop :

1. DO WHILE

LOOP

akan diulang selama bernilai TRUE. Pengulangan berhenti bila

sudah bernilai FALSE.

2. DO UNTIL

LOOP

akan diulang sampai bernilai TRUE. Pengulangan berhenti bila

sudah bernilai TRUE.

Bila ingin keluar dari struktur pengulangan sebelum pengulangannya selesai gunakan perintah

EXIT FOR atau EXIT DO.

Contoh :

For i = 1 To 100

List1.AddItem "Angka " & i

If i = 50 Then Exit For

Next i

Do Until i > Asc("Z")

List1.AddItem "Huruf " & Chr(i)

If Chr(i) = "M" Then Exit Do

i = i + 1

Loop

Penggunaan Array

Dim nama_array(jumlah_elemen - 1) As tipe_data

Contoh :

Dim NamaSiswa(99) As String array NamaSiswa akan mempunyai elemen sebanyak 100 dengan nomer indeks mulai dari 0 s/d 99.Selanjutnya untuk mengisi nilai data ke dalam array :

nama_array(no_indeks) = nilai_data

Contoh :

NamaSiswa(0) = “umar”

Namasiswa(1) = “fatimah”

Untuk “mengosongkan” nilai data, bisa menggunakan struktur kontrol For…Next :

For i = 0 To 99

NamaSiswa(i) = “”

Next i

Lebih mudah bukan ?

Catatan :

Agar nomer indeks array dimulai dari 1 (bukan 0), bisa menggunakan perintah Option Base 1

sebelum perintah Dim-nya, contoh :

Option Base 1

Dim NamaSiswa(100) As String

Atau bisa juga menggunakan kata To di dalam penentuan jumlah elemen array, contoh :

Dim NamaSiswa(1 To 100) As String

Untuk mengetahui berapa jumlah elemen di dalam sebuah array, bisa menggunakan perintah

Ubound(nama_array), contoh :

Dim NamaSiswa(1 To 100) As String

Dim JmlElemen As Integer

JmlElemen = Ubound(NamaSiswa) hasilnya = 100

Bila jumlah elemen array yang dibutuhkan tidak diketahui atau ingin bisa diubah-ubah, maka bagian jumlah_elemen pada perintah Dim tidak perlu diisi, contoh :

Dim NamaSiswa() As String

Teknik ini biasa disebut sebagai array dinamis, biasanya untuk mengisi data yang berkembang terus, dan belum bisa ditentukan di awal jumlah elemennya.

Untuk mengubah jumlah elemen array digunakan perintah Redim :

Redim [Preserve] nama_array(jumlah_elemen)

Procedure

Pada VB6 ada 4 jenis procedure, yaitu :

Procedure Sub – procedure yang tidak mengembalikan nilai setelah ‘tugas’-nya selesai.

Procedure Function – procedure yang mengembalikan nilai setelah ‘tugas’-nya selesai.

Procedure Event – procedure untuk suatu event pada sebuah object. Digunakan di dalam class module.

Procedure Property – procedure untuk mengubah (let) atau mengambil (get) nilai property pada sebuah object. Digunakan di dalam class module.

Pada bab ini akan dibahas penggunaan procedure sub dan function. Procedure event dan property akan dibahas pada bab selanjutnya.

Bentuk penulisan (syntax) procedure sub :

[Public | Private] Sub ([])

End Sub

Sedangkan bentuk penulisan (syntax) procedure function :

[Public | Private] Function ([]) As

End Function

Pernyataan [Public | Private] menentukan ruang lingkup (scope) procedure. Sebuah procedure dengan scope public bisa digunakan dalam lingkup project. Sedangkan procedure dengan scope private hanya bisa digunakan dalam lingkup form saja.

atau dibuat sebagai pengenal procedure saat di-‘panggil’. Aturan penamaan sebuah procedure sama dengan aturan penamaan sebuah variabel. Nama sebuah procedure dibuat unik, tidak boleh ada yang sama. merupakan serangkaian nilai dan tipe data yang dipakai oleh procedure untuk mengerjakan ‘tugas’-nya. Sebuah procedure bisa saja tidak memakai argumen sama sekali.

Pernyataan As pada procedure function menentukan tipe data nilai yang akan dikembalikan (return value) setelah ‘tugas’-nya selesai. Untuk menggunakan sebuah procedure, maka procedure tersebut harus di-‘panggil’ pada bagian tertentu

dari kode program. Procedure sub di-‘panggil’ dengan pernyataan :

Call ([])

Sedangkan procedure function bisa di-‘panggil’ langsung dengan menyisipkannya di dalam kode

program yang memanggilnya.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com